➾ [Download] ➾ Tahta Mahameru By Azzura Dayana ➳ – Dailytradenews.co.uk


  • Paperback
  • 380 pages
  • Tahta Mahameru
  • Azzura Dayana
  • Indonesian
  • 09 October 2019

10 thoughts on “Tahta Mahameru

  1. says:

    what a great novel dari Azzura Dayana ini bukan sebuah review, saya hanya ingin memberikan kesan novel yang benar2 sangat recommended untuk dibaca memberikan banyak pelajaran untuk kita dalam menjalani hidup melupakan dendam, belajar memaafkan dan menerima secara tulus, memperbaiki diri dan sebagainya saya sungguh mendapatkan banyak hal berharga dari novel ini Oh ya, untuk ending dari novel ini saya tidak pernah berpikir itu menggantung , buat saya justru ending yang seperti itulah yang pas untung novel seperti ini tambahan saya semakin penasaran pengen ke Mahameru


  2. says:

    Membaca novel ini, lagi lagi seperti membaca tentang Yana penulisnya pada tokoh Faras Mungkin karena Faras digambarkan sebagai sosok yang sederhana, kutu buku, baik dan lumayan matang memahami Islam.Yang nggk sama sepertinya hanya asal si tokoh, Faras adalah seorang gadis di desa Ranu Pane yang berkarya sebagai guru SD Sedang Yana jelas adalah wong kito galo, Palembang Seperti kata, Gegge Mappangewa, sang juara pertama Membaca Tahta Mahameru Pemenang II Lomba Novel Republika.Jelas sekali penulisnya seorang backpacker Dari Mahameru, Borobudur, Tanjung Bira Sulsel, membuatku ragu Azzura Dayana ini orang Palembang atau Jawa Makassar Deskripsi latar sangat jelas.Jadi ikutan ragu nih, wong kito galo apa Malang Yan Ah, sudahlahkok malah ikutan membahas siih Yang pasti dengan membaca novel ini kalian akan dibawa backpack ke tempat tempat asyiik yang ada di Indonesia ini Selain Ranu Pane dan Mahameru, Borobudur, juga ada Bira hingga masyarakat Bugis dengan Phinisi kebanggaan mereka Dan jelas akan menambah banyak wawasan kalian Iri Banyaknya larik lirik puitis romantis yang bertebaran, sedikit banyak menambah point tersendiri untuk novel ini khususnya buat saya Ada puisi SDD, Sajak Kecil Tentang Cinta dan ada puisinya Idhan Lubis, yang saya suka banget Meski jelas saya bukan anak gunung, tapi saya suka sekali dengan lirik puisi itu Mengingatkan pada apa yang tertulis di buku kenangan tahunan sekolah Bila kita berpisahke mana kau aku tak tahu, sahabatatau turuti kelok kelok jalanatau tinggalkan kota penuh merah flamboyan..Tak ketinggalan tentunya kalimat kalimat puitis Gibran, karena Faras pecinta Gibran.Manusia tidak akan dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkanSelamat membaca Maap, seperti biasa ini bukan review Hanya sekedar kesan sebagai pembaca.


  3. says:

    Kemarin saya memberi 3,5 Tapi setelah saya baca ulang, novel ini layak dapat bintang 4 Hehe Tapi, tetap ada syarat yang belum tercapai pada TM ini, sehingga saya belum berani memberi 5 bintang Pertama, kekentalan setting TM masih kurang Nuansa Jawa bagian Timur, belum bisa terwakilkan pada sosok Faras Orang Jawa Timur, apalagi berdekatan dengan daerah Blambangan, biasanya keras, memiliki prinsip hidup yang sangat kuat bisa dikatakan saklek Sementara, Faras disini digambarkan sangat lembut, sangat baik, bak Sponge Bob Nama Faras yang dipakai pun tak cocok untuk seorang gadis yang tinggal di lereng Semeru Mungkin Saras, Saraswati misalnya, lebih cocok, mengingat budaya hindu masih cukup kuat di Semeru.Dua hal tersebut hanya contoh betapa Azzura Dayana kurang kuat mencelupkan setting Mahameru Sosiologi antropologi daerah tersebut kurang diangkat, bahkan kalah dengan paparan panjang lebar tentang Bugis, yang juga diangkat di novel ini Sangat bagus, jika Legenda Soe Hok Gie pun diangkat, dan dikaitkan dengan pencarian hidup Ikhsan Soe Hok Gie cukup bergema bagi para pendaki gunung, dan meninggalnya pun di Mahameru Tapi, tampaknya, Azzura Dayana mungkin menghindari mengangkat hal hal yang berbau politik, mungkin


  4. says:

    Apa yang ada di pikiran seorang gadis sehingga rela menempuh rangkaian perjalanan panjang hanya bermodal foto foto yang diterimanya lewat e mail Pertanyaan itulah yang menghantui pikiran saya sepanjang membaca buku ini Altitude 3676 Takhta Mahameru ini ditulis dengan apik oleh Azzura Dayana dengan membawa pembaca ikut serta dalam petualangan Faras, seorang gadis lugu dari Ranu Pane di kaki gunung Semeru Faras yang seorang tamatan SMA nyatanya bukanlah gadis desa biasa Kegemarannya membaca buku membuatnya memiliki pemikiran yang maju dan terbuka Ia menjadi gadis cerdas yang gemar menghapalkan larik larik dari penyair favoritnya, Kahlil Gibran Kahlil Gibran juga yang mengatakan Berilah aku telinga maka aku akan memberimu suara Itulah mengapa tadi kubilang, harusnya aku mendapatkan cerita, setelah kukatakan aku siap menyimak Faras, hal 93 Gadis ini kemudian ditakdirkan berjumpa dengan seorang pemuda bernama Raja Ikhsan Berbeda dengan Faras yang tipikal peramah dan supel, Ikhsan justru sebaliknya Ia adalah lelaki yang tumbuh dengan menabung dendam kesumat di dadanya Terlahir dari seorang wanita yang merupakan istri kedua, Ikhsan harus menerima kenyataan saat ternyata ayahnya justru kembali ke pelukan istri pertamanya Tidak hanya sampai di situ, istri tua ayahnya itu terus meneror ibunya yang dianggap sebagai perusak rumah tangga mereka Tidak heran jika kemudian pemuda ini memiliki sepuluh alasan untuk membunuh ayahnya sendiri, lelaki yang ia anggap menjadi penyebab segala penderitaan yang ia alami Juga tentu saja membalas teror kepada istri ayahnya yang disinyalir telah menyebabkan ibunya bunuh diri Tidak cukup dengan dua tokoh yang bersebrangan kepribadian itu, penulis juga menampilkan Mareta, seorang gadis kaya yang hidup dengan segala modernitasnya Pertemuannya yang tidak terduga di Borobudur dengan Faras justru mengantarkan keduanya menjadi rekan seperjalanan hingga tiba di Bira, sebuah daerah di Sulawesi Selatan Mareta, cewek metropolitan itu tentu nampak bagai langit dan bumi dengan Faras yang berjilbab rapi dengan tutur kata yang terjaga Ketiga tokoh ini terlibat dalam rangkaian cerita yang disajikan dengan alur maju mundur dan sudut pandang Faras, Mareta, dan Ikhsan secara bergantian Tiga kepribadian berbeda yang ternyata terhubung pada satu benang merah Tiga sudut pandang ini memberikan ruang kepada pembaca untuk lebih menyeksamai tiap karakter tokoh tokoh tersebut, serta memandang setiap kejadian di dalam cerita lewat angel yang berbeda beda Hal ini membuat pembaca memiliki pengetahuan yang utuh tentang berbagai konflik di dalam novel ini Perjumpaan antara Ikhsan dan Faras yang hanya terjadi tiga kali saat Ikhsan hendak mendaki Semeru rupanya menjadi asal muasal dari cerita ini Selanjutnya, hubungan yang aneh kadang manis, namun bisa berubah menjadi dingin, antara Faras dan Ikhsan kemudian terus berlanjut lewat cara yang tidak kalah anehnya e mail satu arah dari Ikhsan yang berisi foto foto tempat yang ia dikunjungi selepas perpisahannya dengan Faras di Ranu Pane Atas dasar itulah, Faras menelusuri jejak Ikhsan hingga pergi ke Borobudur, menyebrang ke Pulau Sulawesi menuju Bira di Bulukumba, lalu kembali lagi ke kampung halamannya di kaki gunung Semeru.Satu per satu kejadian yang melatarbelakangi cerita ini terkuak di setiap lembaran bukunya Pembaca pun dikocok emosinya lewat ketegangan demi ketegangan saat mengikuti hidup Ikhsan yang keras dan penuh dengan rencana sadis Pada satu titik mungkin pembaca pun akan ikut kebingungan pada kepribadian Ikhsan yang tiba tiba berubah menjadi begitu peduli dan bijaksana pada sebuah keluarga di Bira yang menjadi sedemikian suram ketika kehilangan dua anak mereka Anak gadis yang dibawa pergi oleh kekasihnya karena tidak direstui oleh keluarganya, dan yang lelaki mati muda saat mengejar pemuda yang membawa lari adik perempuannya itu Tragedi itu berkaitan dengan aturan adat guna menjaga kehormatan keluarga mereka Jika pembaca tidak jeli mengikuti penjelasan dari penulis lewat flashback kejadian sebelum peristiwa tersebut, mungkin pembaca akan menilai adanya inkonsistensi dalam penggarapan karakter Ikhsan Mengapa seolah oleh dengan mudahnya warna hati pemuda itu menjadi berubah Berbagai ketegangan dari kehidupan Ikhsan yang begitu semrawut akan tercairkan saat mengikuti tiap deskripsi setting yang dipaparkan dengan detail oleh sang penulis Dalam hal ini, terasa betul betapa penulis sangat menguasai latar tempat yang ia gunakan Keindahan Borobudur, eksotisnya Bira, kebudayaan dan sejarah suku Bugis yang gagah berani, bahkan tentang adat yang masih dipegang kokoh oleh sebagian masyarakatnya, serta keelokan pemandangan alam yang disuguhkan dalam pendakian menuju Puncak Mahameru Penulis yang juga seorang backpacker dan gemar panjat gunung ini, juga menuturkan dengan apik tentang berbagai tetek bengek pendakian Semeru yang seru dan menegangkan Selain itu, di beberapa bagian buku ini juga mengutip petikan syair nasyid dan lagu, serta sajak sajak yang memesona dan menyimpan makna mendalam Menjadi air harus menjadi ricik Sampai sampai hujan yang kesekian kerap juga menemani perjalanan cinta kita Hujan di langit itu Hujan di matamu Sajak Kecil tentang Cinta, Sapardi Djoko Damono Faras, hal 113.Layaknya ciri khas buku terbitan Indiva yang lain, buku ini juga tidak melulu hanya berupa rangkaian cerita tanpa makna Idealisme dan nilai nilai religius dan spiritual juga terasa kental di dalamnya Kata apa lagi yang sanggup kami ungkapkan untuk memuji Allah, tambah Faras dalam gumamnya Untuk semua kehebatan penciptaan ini Padahal Mahameru baru satu bagian kecil saja dari seluruh ciptaanNya di semesta raya Faras, hal 413 Bahkan, hubungan antara Faras dan Ikhsan juga tidak dieksplorasi dari sudut romantika belaka, namun lebih kepada tanggung jawab antar sesama muslim untuk saling menasihatkan kepada kebaikan Namun, hal ini bisa saja justru menjadi sebuah bumerang, saat pembaca akhirnya bertanya tanya, bagaimana sebenarnya perasaan antara Faras dan Ikhsan Ya, tak ada gading yang tak retak Setidaknya, saya menemukan sebuah kejanggalan dalam novel bercover pemandangan negeri awan dari atas gunung ini Iya, saking sayangnya aku padanya, sampai aku ingin kubunuh suaminya Ikhsan, hal.115 Kalimat ini tentu lebih enak dibaca jika kata aku yang kedua dihilangkan Semoga ini hanya kesalahan pengetikan belaka Lalu, apa sebenarnya hubungan Mareta dengan Ikhsan Dan mengapa Faras tidak kunjung menemukan Ikhsan meski telah mengikuti petunjuk foto dalam e mail yang ia terima Apa yang hendak disampaikan gadis itu hingga rela menempuh perjalanan yang begitu jauh Dan sanggupkah Ikhsan menanggalkan semua kebencian dan dendam yang ia pelihara Begitu jauh para tokoh ini melanglang buana Namun, layaknya kehidupan, terkadang jawabannya justru ditemukan pada titik mula Maka semua pertanyaan itu pun terkuak di Ranu Pane dan terjawab dengan tuntas ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut, di Puncak Mahameru Lewat Altitude 3676 Takhta Mahameru ini, Azzura Dayana berhasil mengusung nilai nilai kehidupan yang dipaparkan dengan begitu halus dan cerdas, plus dengan gaya bertutur yang indah dan tidak menggurui Karena itulah, novel ini tentu sangat layak untuk dibaca dan direnungi Selamat


  5. says:

    Ikhsan, pemuda ini hidup dengan luka di hatinya Ia yang lahir dari seorang ibu yang merupakan istri muda bagi ayahnya Dalam keperihatinan hidup dari kecil Ia dan Ibunya sudah menjadi bulan bulanan istri pertama ayahnya Ibunya yang pengalah pun tak mampu menyembunyikan luka Cercaan, perlakuan kasar dan intimidasi membuat Ibunya menyerah hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri.Ibunya tewas dalam duka mendalam Selain itu, usaha Ikhsan dalam menyelamatkan Ibunya juga meninggalkan luka di wajahnya Luka yang tak seberapa terasa ketimbang hatinya yang remuk pasca kejadian tersebut Dibalik kejadian itu, Ikhsan meyakini bahwa ada campur tangan dari istri pertama ayahnya Ikhsan yakin sebelum kejadian naas itu, Ny Junita istri pertama ayahnya, datang ke rumah mereka dan melakukan intimidasi hebat sehingga Ibunya nekat membakar dirinya sendiri.Jadi, tak heran memang jika Ikhsan hidup dalam dendam Impiannya hanya satu Bisa melenyapkan Ayahnya, Nyonya Junita dan anak anak dari istri pertamanya Ikhsan yang tumbuh besar dalam ketidakharmonisan hubungan anak orang tua menjadikannya sosok yang ketus, dingin, acuh dan tidak peduli kepada orang lain Tak heran Ia tidak memiliki banyak teman Satu satunya orang yang tahan dengan tingkahlakunya yang kasar adalah Fikri yang memiliki hobi sama sepertinya Mendaki gunung.Dalam pendakian ke Gunung Semeru lah akhirnya Ikhsan bertemu dengan Faras Gadis desa yang pintar nan sabar Di pertama perjumpaan mereka, Farah tak hentinya beristighfar dalam hati mendapati sikap Ikhsan yang ketus Kurasa wajar kalau suatu hari nanti aku menemukan adegan seseorang sedang menonjok anak ini, batin Farah Hal.40.Kampung di kaki Semeru yang dingin, suatu hari menyebabkan Ikhsan harus bermalam di rumah Faras Sikap baik Faras dan Ayahnya tetap ditanggapi dingin oleh Ikhsan Hati pemuda itu membeku, melebihi dinginnya puncak Semeru Ketika di pagi hari Farah berbaik hati membangunkan Ikhsan dan mengingatkan untuk shalat, apa yang dijawab Ikhsan Kamu bisa jelaskan kepadaku sebelas alasan kenapa aku harus shalat Hal 46 Farah yang tercekat dengan pertanyaan itu kalah Ia tidak berhasil membuat Ikhsan shalat disubuh yang hening itu.Begitu seterusnya Ikhsan bisa dikatakan rutin mengunjungi Gunung Semeru setidaknya setahun sekali bersama sahabatnya Fikri dan rombongan yang lain Di saat saat pertemuan itulah terjalin pertemanan yang unik antara Ikhsan Fikri dan Farah Namun, tiba tiba Ikhsan tak lagi mengunjungi Semeru Fikri pun tidak mengetahui keberadaan Ikhsan.Dimana Ikhsan Dialog dialog antara Ikhsan dan Farah belakangan terjalin melalui email Ikhsan rutin mengirimkan beberapa pesan dan foto mengenai keberadaan mereka Itupun setelah tiga tahun perjumaan terakhir mereka Ketika Farah menerima email Ikhsan dan foto Borobudur Gadis gunung itu segera bergegas menuju Magelang Ia ingin menuntaskan dan menjawab pertanyaan Ikhsan yang diajukan tiga tahun lalu kepadanya.Sesampai di Borobudur sayang Ikhsan ternyata telah berpindah ke Makassar Di Borobudur, Farah bertemu Mareta Gadis tomboi yang gemar berpetualang Dengan pertemuan yang singkat, akhirnya Farah dan Mareta memutuskan untuk pergi ke Makassar bersama Di tengah perjalanan, timbul pertanyaan di relung Farah dan Mareta Masing masing mereka meyakini bahwa satu sama lain berhubungan dengan orang yang ada pada masa lalu mereka Namun siapa Buku ini merupakan pemenang terbaik kedua dalam Lomba Novel Republika 2011 Maka tak heran kualitas novel ini diatas rata rata Penggambaran hati perjalanan dan rasa yang ditawarkan novel ini kental terasa Beruntung penulisnya Azzura Dayana, merupakan traveler sejati yang memang sudah mendatangi tempat tempat yang ia jadikan setting di novelnya ini.Selain perjalanan mengunjungi pelbagai daerah eksotis di Indonesia dan sensasi mendaki gunung, novel ini tak lupa menyelipkan nilai moral melalui jawaban jawaban atas pertanyaan yang diutarakan sosok Ikhsan yang antipati terhadap agama Tentu tanpa kesan menggurui Penulis yang mahir menulis kisah misteri ini Novel Alabaster adalah bukti lain dari penulis juga mampu menyelipkan perseteruan, delik pembunuhan hingga gambaran kemarahan dengan detail.Tahta Mahameru adalah novel yang lengkap Racikan plot yang dijalin cukup baik Aku hampir tidak menemukan typo di novel ini Sempat bertemu dengan lompatan dialog yang agak rancu, namun tidak menutupi kemegahan novel ini Novel setebal 380 halaman ini bahkan aku tuntaskan dalam sekali duduk Menjadi rekor sendiri untuk aku yang sudah berbulan bulan tidak membaca buku dan tidak mengulas buku.Akhir kata, Tahta Mahameru adalah novel yang sayang untuk dilewatkan Terlebih yang menyukai cerita campuran mengenai perjalanan, lokalitas, misteri dan pertanyaan pertanyaan akan hidup Selamat membaca Persahabatan itu adalah pertanggungjawaban yang manis, bukan peluang Hal 110.


  6. says:

    Ugh, I feel really bad about my rating because this kind of story was supposedly my type but I need almost a whole year to finish it so lazy Dlet s go with the negative points first and do tell me if I get it wrong.Cont s I will start with one disturbing quote kalau dendam kita tidak bisa kita balaskan oleh tangan kita sendiri, Tuhan yang akan membalas dendam itu kepada mereka, di akhirat Ohlala surprise surprise.di akhirat Tuhan akan membalas perbuatan manusia baik dan buruk secara adil sebagai bentuk pertanggungjawaban, that much I know tapi itu untuk membalaskan dendam manusia that one is new to me and I don t like the sound or the value of it teknikal cetak miring di mana mana, ugh, my eyes gone juling _ untung kepala nggak ikutan teleng.sepertinya, entah penulisnya atau editornya, terobsesi banget sama EYD but, what I find strange is, ada kata kata seperti udah, tapi, daah, hmm, siip, heii, dll,yg ubeg ubeg kbbi sampai muntah juga nggak akan nongol di sana dan anehnya, ditulisnya nggak miring karakter Faras well, emosi manusia nggak sepuitis buku Kahlil Gibran, mbak.dan jelas lebih ke praktikal daripada teori Faras bisa menasehati tentang masalah dendam, benci, dsb, dst by theory, tapi apa dia pernah punya pengalaman dengan itu semua dari yang aku baca, dia cewek baik baik dari keluarga baik baik dan hidupnya lempeng lempeng aja.note please let me know if I get it wrong maybe the information about her emotional hardship experience is somewhere in the book, but I skip over it karater Ikhsan he tried so hard to appear grim and tragic.kata katanya, gerak geriknya, tingkah lakunya, bahkan mungkin bau nafasnya juga, he already gave off an impression I have a dark past, I ve gone through so much tragedy, and you happy go lucky people are just annoying he didn t even bother to hide it well, this is really a matter of preference I m not really fond of that kind of character karakter yang lain well, they didn t really grow on me I don t hate those whom I m supposed to hate and I don t care for those whom I m supposed to like panggilan nyonya , umm it s kind of err, out of date hari gini, aku nggak pernah lagi dengar orang manggil nyonya kecuali di kalimat kepada nyonya Junita, ditunggu bapak di parkiran mobil lantai dua plot about the past, masalah keluarga Ikhsan, it s overused and cheesy.I don t mind with cliche or a cheesy plot in a drama, as long as it was beautifully done say, Ilana Tan s books sayangnya drama drama di buku ini O_O was I watching sinetron Dendam Anak Tiri right now the dialogues do normal people really talk like that just small examples Akhir bulan depan adalah akhir masa tahananmu, Nak err the use of adalah in casual conversation sounds EW extinct in the wild to me Kalau begitu mari kita temui Aros, juga ayah dan ibunya same case, but this one sounds CR critically endangered seriously, terakhir aku pake kata mari di percakapan mari, bu, mari, pak, numpang lewat atau yuuuk, mariii Aku meluncur, berguling di tanah, menuju ke bawah narasi Ikhsanmeluncur berguling udah pasti ke bawah, ya.I ll figure it out that much, no need to tell me every single detail ke bawah, ke atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, I somewhat get irritated when I find these words in a narration Bocah bodoh mana mungkin aku datang menyerahkan nyawaku ciatttok, enough with the rants now the things I like about the book bab pertama the book is kinda successful with its first three pages it made me go hooo , although after that I went eeeh perjalanan Faras dan Mareta yang mengalir hanya karena dia mendengar kata Raja Ikhsan dari percakapan telepon Mareta I like it the traveling setting tempat, budaya, adat, dan informasi informasi di buku itu jujur bukan karakter dan plot yang bikin aku bisa namatin buku ini, tapi cerita traveling nya.salah satu info yg menarik Narasi Ikhsan Kali ini, melalui sebuah warnet dengan tarif murah itu WOW, di Banjarmasin pasti tarif warnet mahal soalnya Ikhsan sampai ngerasa perlu untuk menjelaskan dia ngirim email dari warnet murah di kotaku, sih, semua warnet murah murah aja asal komputernya nggak ikut dibawa pulang.ok, now for thesummary I think this book will really be my type if the drama is well executed and the purple proses are kept to minimum.and woow reading my own review, I m kinda a picky reader DDrop your kritik n saran for me


  7. says:

    Judul buku Altitude 3676, Takhta MahameruPenulis Azzura DayanaPenerbit IndivaISBN 978 602 8277 92 1Tebal halaman 416 cmUkuran 20 cmHarga Rp 59.000Berawal dari pertemuan Faras dengan Mareta di kompleks Candi Borobodur, kemudian menelusuri jejak Raja Ikhsan di Tanjung Bira hingga Semeru Ketiga tokoh tersebut menjadi sudut pandang cerita yang dikemas apik oleh Azzura Dayana, penulis novel Altitude 3676 Masing masing tokoh dideskripsikan dengan jelas Faras, seorang gadis desa Ranu Pane yang ramah, baik terhadap siapa saja, termasuk kepada sosok pendendam Raja Ikhsan Mareta, sang petualang backpacker dari Jakarta ternyata memiliki panggilan khusus terhadap Raja Ikhsan yaitu monster Ada apa hubungan antara Faras, Mareta, dan Raja Ikhsan Mengapa Faras bersikeras mengejar jejak Raja Ikhsan Selain mereka, muncul tokoh yang bernama Fikri Ketua tim pendaki Gunung Semeru ini memiliki hikayat hidup yang penuh pengorbanan Meski memiliki sifat berlainan dari Raja Ikhsan, mereka bisa bersahabat hingga menaklukkan gunung Semeru yang berketinggian 3676 di atas permukaan air laut Pendakian gunung hampir dilakukan setiap tahun sebagai ritual memperingati kemerdekaan RI Dari pendakian itulah, mereka mengenal sosok Faras, sebagai putri awan yang hatinya bersih bak malaikat.Pencarian tentang makna hidup, perjuangan untuk menghilangkan rasa dendam, pengabdian terhadap orang tua, serta pengenalan terhadap Sang Pencipta, menjadi kunci hikmah yang terdapat di dalam novel Bait bait syair, lagu, kata kata bertenaga dan kepingan hadits yang terselip menjadi renungan tersendiri bagi pembaca Dari Abu Abbas, Rasulullah bersabda Jagalah Allah, niscaya engkau akan bersama Nya Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Ia mengenalimu di waktu susah Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan musibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu Ketahuilah bahwa kemenangan berserta kesabaran, kebahagiaan berserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudahan Di Bawah Purnama 107 Kata Kahlil Gibran, arti penting manusia adalah bukan pada yang dia raih, melainkan lebih pada apa yang ingin dia raih Putri Awan 93 Sesuatu yang kita cintai, tapi sempat hilang lama dari hidup kita, pastilah bahagia dan haru birunya tak terhingga ketika sesuatu itu kita saksikan kembali Mahakarya 194.Ada konflik batin dan fisik yang diceritakan oleh masing masing sudut pandang tokoh dari sisi berbeda Hal ini memudahkan para pembaca seperti saya, untuk mengetahui isi hati dari masing masing tokoh Kesalahan tata bahasa cetakan pertama dari novel ini tidak ditemukan sedikitpun Perjalanan alur maju mundur, tidak menjadi sebuah kebingungan Kekurangannya, deskripsi latar cerita menjadi hal subjektif yang tidak bisa berkembang luas.Novel berketebalan 416 halaman ini bukan hanya menyajikan keindahan dua danau cantik di Semeru Ranu Pane dan Ranu Kumbolo, melainkan juga pesona kearifan lokal di daerah Celebes, kemegahan pinisi di Bulukumba, dan keindahan Tanjung Bira di Provinsi Sulawesi Selatan Wow, begitu banyak situs wisata nusantara yang belum saya jelajahi.Mulai dari menyusuri pantai hingga mendaki gunung adalah bentuk tafakur alam kepada Sang Pencipta Dari sini, muncul sebuah keberanian untuk mencari kebenaran, ketenangan, dan kebahagiaan Seperti dalam novel 5 cm, novel ini bukanlah suatu cerita tentang perjalanan alam biasa , namun lebih dari itu, yaitu perjalanan hati seorang manusia untuk mengenal Tuhannya dengan baik Kamu bisa jelaskan padaku sebelas alasan kenapa aku harus shalat Pendekatan 24 Takhta Mahameru Di tempat tertinggi pulau Jawa tersebut, Raja Ikhsan akan menemukan selaksa alasan kenapa ia harus shalat, cara move on dan menghilangkan rasa dendam kesumat kepada Ayahnya Ayat ayat cinta dari Al A raf akan menjadi cahaya di jiwanya.Empat bintang deh, buat buku ini


  8. says:

    Ini novel tentang Ikhsan dan Faras Persahabatan mereka yang irit cerita Faras yang terlampau baik hati, lugu dan tulus Bertemu dengan Ikhsan yang sinis, hidupnya sepi, dan menjadi pribadi yang pesimis akibat ditimpa banyak kemalangan Singkatnya, Ikhsan bentukan broken home dan mewujud manusia pendendam Faras dipertemukan untuknya seolah demi meluruhkan kesedihan dan dendamnya Perlahan, melalui kebertolakbelakangan antara mereka.Pertemuan mereka sebenarnya bisa dihitung jari, begitupun dengan cerita yang mengalir diantara mereka Tapi Faras begitu fasih mengatakan bahwa Ikhsan adalah sahabatnya Setidaknya ia ingin menjadi sahabat Ikhsan yang memang sedikit sekali berteman dengan orang lain Berkorespondensi lewat email, meski beberapa diantara email kiriman Ikhsan adalah intrik adik tirinya Aulia Dan berbekal email email yang masuk dari Ikhsan yang biasanya mengirimkan foto foto tujuan perjalanannya, Faras mengejar Ikhsan Dalam pengejaran Ikhsan inilah, Faras mendapat teman seperjalanan yang bernama Mareta Seorang gadis berkepribadian bebas dan easy going, yang ternyata merupakan seseorang adik lain ayah Ikhsan.Ranu Pane, menjadi tempat pertemuan pertama Ikhsan dengan Faras Mba Yana, fasih betul menceritakan latar tempat yang merupakan telinga Mahameru tersebut Tak hanya Ranu Pane dan pendakian Semeru yang akan kita nikmati disini, tetapi juga Tanjung Bira Menikmati ceritera seputar pinisi, dan cerita tentang simalakama adat suku Bugis yang menjadi perenggut nyawa Fikri, seorang sahabat yang dimiliki Ikhsan Menikmati cerita Mba Yana dalam novel ini, Ikhsan bukan seorang yang hatinya buruk Ia hanya sedang dalam pencarian jati diri Dan dalam pencarian ini, kelak, kita menemui satu tokoh lagi yang bernama Yusuf Seorang tahanan yang menjadi teman satu selnya, Ikhsan, dalam penjara Loh kenapa Ikhsan masuk penjara Yah, manteman cari sendiri jawabannya di novel ini ya PJadi empat bintang dari saya ini adalah untuk narasi perjalanan, narasi pendakian semeru, kutipan kutipan lirik lagu dan nasyid juga untuk Tanjung Bira Yang kurang sreg buat saya, dari buku ini, adalah penggunaan gue untuk tiap bagian yang menceritakan Mareta Mungkin iya, pribadinya bebas dan easy going, pokoknya anak kota lah ya, tapi tetap ga nyaman tiap kali baca penceritaan Mareta Ah, mungkin juga saya sudah lama tidak baca teenlit atau metropop yang familiar dengan gue loe Selebihnya, duh, Faras itu terlalu baik, ampe bikin geregetan atau sebenarnya iri a.Ada cerita cinta juga di novel ini, bagian bagian akhir, terbaca ketertarikan Ikhsan pada Faras Lalu ada aroma cemburu, saat Ikhsan tahu bahwa Faras hendak dijodohkan dengan Nurdin But then, kisah cintanya tak mendapat kejelasan hingga akhir novel ini menggantung Ah, toh bukan itu yang sepenuhnya ingin disuguhkan di novel ini, tetapi persahabatan antara Ikhsan dan Faras juga tentang pencarian Ikhsan serta tentu saja tentang Mahameru So, this is it, novel pemenang kedua lomba novel Republika 2011 karya Mba Yana Patut dibaca biar tenggelam dalam narasi pendakian semeru dan kesederhanaan Ranu Pane Semoga bermanfaat.Salam Semangat Membaca


  9. says:

    Saya bingung, ini novel apa provokator yak haha. kok ngomporin mulu kerjaannya Novel ini seakan ga henti hentinya bilang Masihkah kau tetap disini tanpa pernah mengetahui keindahan bumi kita dengan mata dan hatimu sendiri Lihat Raja Ikhsan, Lihat Mareta, Lihat Faras. tak inginkah kamu seperti mereka Penasaran, itu adalah magnet yang menarik untuk terus membuka tiap halaman dari novel ini Mengapa Faras rela berpetualang menyeberang pulau mencari Raja Ikhsan, Ah, ini pasti tentang cinta pasti nebak nebak ah Aku seolah tak peduli pada paragraf paragraf yg terlalu narative, aku penasaran pokoknya Aku tak peduli pada penceritaan masa lalu yang bertele tele, aku hanya ingin tau mengapa seorang jilbaber yg kutu buku, mau mati matian mengejar seorang pria sinis dan tak pernah menghargai perempuan kecuali ibunya Ah, rasanya ini bukan hanya tentang cinta, atau bukan tentang cinta sama sekali.Yang luar biasa dari novel ini adalah penokohan yang begitu kuat Faras yang religius, polos, cerdas, dan teramat baik Ikhsan yang sinis, pendendam, cuek, dan sangat egois Serta Mareta yang easy going, bebas, dan ga mau ambil pusing Ketiga tokoh utama yang secara bergantian menjadi 1st narator dalam buku ini, sama sama memiliki keinginan untuk menjelajah tiap sudut indah di bumi Settingnya juga sangat detail, jelas sekali Bagiku, novel ini mengangkat ide cerita yang tidak sesederhana ceritanya Menceritakan tentang Faras yang tak pandang bulu dalam memberikan kebaikannya, serta mengabaikan pemilahan tentang orang seperti apa yang harus ia jadikan sahabat Sebuah ide cerita yang bagiku luar biasa Jika dikatakan novel ini renyah saya sepakat Penulis seolah olah ingin tiap katanya bisa dicerna tiap kalangan Andai saja novel ini tidak menyelipkan dialog dialog wow saat Faras dan ikhsan berbicara, mungkin saja novel ini akan terasa sedikit terlalu renyah Novel inspiratif Terutama bagi backpacker, Traveler apa travelista yak, entahlah ga tau , dan para sahabat yang masih memilah milah tentang orang mana yang lebih pantas menerima persahabatanmu.


  10. says:

    Maaf, tapi jujur saya nggak terlalu suka buku ini T.TAlasan kurang suka pertama, jalan ceritanya yang agak aneh Perempuan mana, apalagi yang berjilbab, yang mau2nya keliling nusantara hanya berbekal email demi mencari teman laki2 yang bahkan baru ketemu tiga kali Apalagi dikisahkan pertemuannya singkat, dan si laki2 ini sifatnya malah jauh dari bersahabat Mungkin ada ya, tapi buat saya kurang logis.Alasan kedua, sikap Faras ini kok kayak kurang wajar buat perempuan jawa, apalagi jawa timur yang wataknya cenderung keras Si Faras ini kayak malaikat, baiiiiiiiik banget, ngga ada cacatnya Mungkin emang kayak gini ya tokoh utama di novel islami, kurang membumi Omongannya mengutip kahlil gibran terus, bahasanya tinggi terus, sikapnya baik terus Ah sudahlah mungkin emang karakter novel Islami harus sesempurna ini.Mungkin emang saya nya yang kurang nyaman membaca buku ini, jadi bintang tiga menurut saya cukup.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tahta Mahamerucharacters Tahta Mahameru, audiobook Tahta Mahameru, files book Tahta Mahameru, today Tahta Mahameru, Tahta Mahameru 44d72 Mahameru Puncak Abadi Para Dewa Ikhsan Memandang Mahameru Lagi Apakah Itu Artinya Allah Tidak Punya Tempat Di Sana Faras, Si Gadis Kutu Buku Asal Desa Ranu Pane Hanya Bisa Mengangkat Tinggi Kedua Alisnya Seperti Aku, Kamu Juga Tidak Tahu Banyak Tentang Tahta Mahameru Tanyanya LagiTahta Mahameru Itulah Salah Satu Dari Tiga Pertanyaan Tak Terjawab Dari Ikhsan Kepada Faras Masing Masing Diajukan Dalam Tiga Pertemuan Singkat Mereka Sebelum Mendaki Gunung Tertinggi Di Pulau Jawa Itu Pendaki Gunung Berwatak Keras Dari Keluarga Yang Penuh Kebencian Ini Menjadikan Mahameru Sebagai Peredam Sesaat Jiwanya Yang Penuh Dendam Namun Kegetiran Semakin Memuncak Sampai Akhirnya Ia Benar Benar Membalas Dendam Dan Hidup Terasing Faras, Sang Teman Baik Yang Merasa Bersalah Dalam Terseretnya Ikhsan Ke Ujung Tanduk Menelusur Jejak Sang Pendaki Hingga Melintasi Pulau Ia Ditakdirkan Bertemu Dan Seperjalanan Panjang Dengan Mareta, Seseorang Yang Ternyata Terkait Dalam Dendam Keluarga IkhsanApa Sebenarnya Yang Terjadi Pada Ikhsan Setelah Menghilang Tiga Tahun Lalu Masih Pentingkah Faras Mengungkap Semua Jawab Atas Pertanyaan Esensial Ikhsan Yang Dulu, Melalui Keajaiban Demi Keajaiban Dalam Pendakian Mahameru Yang Mungkin Tak Terlihat Selama Ini Tahta Mahameru, Sebuah Novel Yang Tak Hanya Menyajikan Rangkaian Peristiwa Luar Biasa Tentang Kehidupan Anak Manusia, Tapi Juga Menyuguhkan Petualangan Tokoh Tokohnya Dari Satu Daerah Ke Daerah Lain, Menghadirkan Sisi Religi Yang Menggugah, Dan Ikut Mengupas Latar Adat Suku Bugis Yang Kental Dan Terkenal Akan Kapal Pinisi Mereka Serta Tentu Saja, Pendakian Gunung Mahameru Yang Berbeda Dari BiasanyaMore Details Tokoh Utama Raja Ikhsan, Faras, Mareta Nama Terinspirasi Dari Nama Murid Murid Penulis Sudut Pandang Orang Pertama, Dari Tiga Tokoh Utama Di Atas Secara BergantianAlur Maju MundurSetting Borobudur, Surabaya, Ranu Pane, Semeru Mahameru , Bromo, Makassar, Tanjung Bira, JakartaHarga Buku Rp


About the Author: Azzura Dayana

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Tahta Mahameru book, this is one of the most wanted Azzura Dayana author readers around the world.